Ilustrasi by google

Oleh: Umi Kulsum.M.Ag. (Sekretaris DPW Wanita PUI Jawa Barat)

Allahumma shalli alaa Muhammad wa alaa aali Muhammad


Man yajro’yahsud barang siapa yang menam kebaikan maka akan memanen kebaikan. Segala sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain itu disebut kebaikan dan bahkan manusia yang paling dicintai Allah adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain dan manusia yang banyak memberi kebaikan. Hidup ini terlalu rumit untuk ditebak, kadang kita ingin jadi orang kaya tapi yang datang malah kemiskinan dan kesusahan, kadang kita ingin sehat malah yang datang celaka dan penyakit. Kadang kita ingin di hormati tapi yang datang malah penghinaan kebencian hasut dan fitnah. Kadang kita ingin bahagia tapi yang datang malah kesusahan. Kadang kita ingin lancar malah yang datang kebangkrutan.
Jangan mengkhawatirkan kehidupa yang serba semu. Lakukan saja kebaikan apa saja yang menurut kita di anggap  benar. Jika terus membiarkan dan mengingat-ingat masa lalu yang selalu mengusik hidup kita saat ini, maka tidak akan pernah sampai ke masa depan yang diinginkan. Jangan biarkan orang lain memutuskan apa yang terbaik untuk hidup kita karena yang tahu apa yang terbaik adalah diri kita sendiri. Ketika seseorang membicarakan kelemahan atau kejelekan kita di belakang, itu tandanya bahwa hidup kita jauh lebih baik daripada mereka. 
Belajarlah untuk memuji bukan merayu, belajarlah untuk menghargai bukan melemahkan, belajarlah untuk mengagumi bukan iri, belajarlah agar hidup ini lebih berarti. Jangan hidup dengan topeng kebohongan dan kepura-puraan yang  hanya akan menyiksa diri sendiri. Tunjukkan dan katakan: “Inilah aku apa adanya” dengan segala keterbatasanku dengan segala kelemahanku dengan segala kekuranganku karena hidup ini tidak akan ada yang sempurna.
Kita tidak perlu hidup yang sempurna untuk  berpura-pura baik, berpura-pura bisa, berpura-pura hafal. Ingatlah, apapun yang ditabur di dunia kelak akan dituai di akhirat. Ketika kita menanam kebaikan ke orang pasti di akhirat kita akan menuai kebaikan yang kita tanam di dunia. Ketika kita menanam kejelekan di dunia pasti di akhirat kita akan menuai kejelakan yang pernah kita tanam di dunia. Maka taburlah hanya benih-benih kebajikan, benih-benih ketentraman, benih-benih kesejukan.
Ingat selalu bersyukur dan tersenyum agar semua masalah yang  akan  terasa indah. Tersenyumlah walau dalam keadaan terluka. Balut luka dengan senyuman, balut kekecewaan dengan kebaikan karena dengan senyum kita sudah bersedekah. Semoga Alloh selalu memberikan kepada hati kita hati yang ikhlas hati yang selalu husnudzon, Hati yang selamat. (Zoom)

Written by puijabar

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *