Perasaan Merasa Berdosa (Bagian Kelima)

Ilustrasi From Google Oleh: H. Eka Hardiana EMBUN PAGI HATI YANG HIDUP Generasi pertama Islam orang-orang yang berhati hidu...

Ilustrasi From Google
Oleh: H. Eka Hardiana

EMBUN PAGI

HATI YANG HIDUP

Generasi pertama Islam orang-orang yang berhati hidup, hati mereka sulit dikotori, dan cinta dunia gagal merusak perasaan berdosa yang mereka miliki.

Salah seorang dari mereka selalu ingat satu dosanya selama empat puluh tahun dan merasakan dampaknya.

Ubaidillah bin As-Suri meriwayatkan perkataan salah seorang tabi'in, Al-Qudwah bin Sirin, yang berkata, "Aku tahu dosa apa yang membuatku dililit hutang. Empat puluh tahun yang silam, aku berkata kepada seseorang, 'Hai orang bangkrut'."
[Shifatu Ash-Shafwah, jilid III, hal 246].

Tidak ada seorang pun yang sanggup ingat dosa yang telah terjadi empat puluh tahun yang silam, melainkan orang yang dosanya sedikit, lalu mampu menghitungnya.

Ketika kisah tersebut diceritakan Abu Ubaidillah bin As-Suri kepada Abu Sulaiman Ad-Darani, maka Abu Sulaiman Ad-Darani berkata, "Orang seperti Al-Qudwah bin Sirin sedikit dosanya. Karena itu, ia tahu dari mana datangnya. Sedang dosa-dosaku dan dosa-dosamu banyak. Oleh sebab itu, kita tidak tahu dari mana datangnya."
[Shifatu Ash-Shafwah, jilid III, hal 246].

Begitulah, mereka selalu merasa berdosa. Bahkan, mereka mengaitkan dosa mereka dengan ujian yang menimpa mereka.

Imam Ibnu Jauzi meriwayatkan dari salah seorang generasi salaf itu menempelkan pipinya ke tanah, sambil berkata, "Ya Allah, ampuni dosaku . Karena dosaku, Engkau membuat orang ini berkuasa atas diriku."
[Shaidu Al-Khathir, hal. 338].

Jika mereka tidak dapat melakukan aktivitas ibadah, mereka merasa itu disebabkan dosa yang telah mereka kerjakan. 

Abu Dawud Al-Hafri berkata, "Aku masuk ke rumah Kurz bin Wabirah dan mendapatinya menangis. Aku bertanya kepadanya, 'Kenapa Abda menangis?.' Kurz bin Wabirah menjawab, 'Pintuku tertutup, kehormatanku ternoda, dan tadi malam aku gagal membaca Alquran seperti biasanya. Itu semua gara-gara satu dosa yang telah aku kerjakan'."
[Shifatu Ash-Shafwah, jilid III, hal 122].

(Bersambung)

[Dinukil dari Kitab Waahatu Al-Iman, syekh Abdul Hamid Al-Bilali, edisi Indonesia: Buku Taujih Ruhiyah Pesan-Pesan Spiritual Penjernih Hati, jilid 1]

Pamoyanan, 1 Sya'ban 1441 H/26 Maret 2020 M (Zoom)

Related

Talim Ishlah 746867189444838432

Post a Comment Default Comments

emo-but-icon

item