Taujih Rabbani dari ‘Uwais al-Qarni

H. Wido Supraha Oleh: Dr. H. Wido Supraha ( Wakil Ketua DPP PUI) Suatu hari Harim ibn Hayyan al-‘Abdi datang ke Kota Kufah hanya un...

H. Wido Supraha
Oleh: Dr. H. Wido Supraha (Wakil Ketua DPP PUI)

Suatu hari Harim ibn Hayyan al-‘Abdi datang ke Kota Kufah hanya untuk mencari dan menemui sosok Uwais al-Qarni, seorang yang dikenal gila di zamannya. Sosok ini terkenal karena Nabi Muhammad ﷻ menceritakan tentang syafaatnya yang dapat memasukkan ke Jannah banyak manusia, lebih banyak dari Bani Mudhar dan Bani Rabi’ah.

Harim menemukan beliau sedang sendirian di tepi Sungai Eufrat di siang hari, berwudhu dan mencuci pakaiannya. Ciri beliau adalah berkulit coklat, botak, berjanggut tebal, bersarung dan bersurban wol.

Singkat cerita, Uwais al-Qarni memberikan taujih rabbani kepada Harim berupa Surat Ad-Dukhan [44] ayat 38-42:

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لاعِبِينَ (38) مَا خَلَقْنَاهُمَا إِلا بِالْحَقِّ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لا يَعْلَمُونَ (39) إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ مِيقَاتُهُمْ أَجْمَعِينَ (40) يَوْمَ لَا يُغْنِي مَوْلًى عَنْ مَوْلًى شَيْئًا وَلا هُمْ يُنْصَرُونَ (41) إِلا مَنْ رَحِمَ اللَّهُ إِنَّهُ هُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ (42)
Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan bermain-main: Dan Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan hak, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. Sesungguhnya hari keputusan (hari kiamat) itu adalah waktu yang dijanjikan bagi mereka semuanya, yaitu hari yang seorang karib tidak dapat memberi manfaat kepada karibnya sedikit pun, dan mereka tidak akan mendapat pertolongan, kecuali orang yang diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Dialah yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.


Kelima ayat ini disampaikannya sambil menangis tersedu sedan. Ia mengingatkan Harim bahwa orang-orang terbaik telah wafat, seperti Adam dan Hawa a.s., Nuh dan Ibrahim a.s., Najiyyurrahman Musa a.s., Khalifaturrahman Dawud a.s., begitu pula Rasulullah Muhammad ﷻ, Abu Bakar r.a., dan ‘Umar r.a. Ia pun menasihati Harim
  1. Jagalah Kitabullah;
  2. Jagalah peninggalan Muslim shalih;
  3. Ingatlah kematian dan jangan sekejap pun hatimu melupakan kematian;
  4. Sentiasa memberikan nasihat kepada kaum muslimin;
  5. Jangan pernah meninggalkan umat Islam dan berpegang teguh dengan Islam agar tidak terpisahkan dengan mereka dan tidak masuk neraka-Nya.
Uwais pun menutup nasihatnya dengan mendo’akan Harim yang berkenan berjalan jauh hanya untuk mencari dan menemui dirinya: “Rabb, orang ini menganggap dirinya mencintaiku karena-Mu. Dia mengunjungiku karena-Mu. Ya Allah, buatlah saya mengenali wajahnya di Surga. Selama dia di dunia, jagalah dia dimanapun dia berada. Jadikanlah ia ridha meskipun hanya mendapatkan sebagian dari dunia. Mudahkanlah baginya mendapatkan sesuatu yang engkau berikan baginya di dunia. Jadikanlah dia mensyukuri nikmat yang Engkau berikan kepadanya. Berikanlah dia balasan yang baik atas apa yang dia lakukan padaku.”

Uwais pun menghilang setelah mengatakan bahwa Harim tidak akan pernah bisa menemukannya kembali setelah ini.

[Kisah ini saya tulis ulang dari sebuah karya yang ditulis 1000 tahun yang lalu, ‘Uqala al-Majanin’, yang ditulis oleh cucu al-Hasan ibn Ja’far, seorang Mufassir, Ahli Qira’at, Ahli Ma’ani, Abu al-Qasim al-Hasan ibn Muhammad ibn al-Hasan ibn Habib an-Naisaburi (w. 406 H/1016 M)]

 Pelajaran
  • Muliakanlah orang-orang shalih di sekitar kita agar kita dimuliakan Allah.
  • Kunjungi orang-orang shalih untuk mendapatkan nasihat dan do’a darinya.
  • Kunjungilah orang-orang shalih dimanapun berada meskipun jauh berjalan hanya ingin meraih ridha Allah semata, insya Allah, bersama ridha-Nya Allah akan mudahkan hidupnya di dunia dan Akhirat.
  • Selalu persiapkan diri dengan sungguh-sungguh untuk menjemput husnul khatimah. (Zoom)

Related

Uwais 1914948497312896181

Post a Comment Default Comments

emo-but-icon

item